Khilafah adalah sistem pemerintahan yang wilayah kekuasaannya tidak terbatas pada satu negara, melainkan banyak negara di dunia yang berada di bawah satu kepemimpinan dengan dasar hukumnya adalah syariat Islam.
Bagi sebagian orang, memperjuangkan khilafah adalah sebuah utopia karena bagaimana mungkin bisa mempersatukan kaum muslimin dari berbagai belahan dunia yang telah terikat pada sistem nation state. Namun bagi sebagian lagi memperjuangkan khilafah adalah sebuah keniscayaan yang bersumber dari rasa keimanan yang kokoh.
Bagi sebagian orang, memperjuangkan khilafah adalah sebuah utopia karena bagaimana mungkin bisa mempersatukan kaum muslimin dari berbagai belahan dunia yang telah terikat pada sistem nation state. Namun bagi sebagian lagi memperjuangkan khilafah adalah sebuah keniscayaan yang bersumber dari rasa keimanan yang kokoh.
Terlepas dari bagaimana sikap dan pandangan orang lain terhadap Khilafah, bagi saya Khilafah adalah mimpi.
Ya..!!!
Sebab mimpi berbeda dengan
dongeng sebagaimana saya pernah menganggap bahwa syariat Islam yang
menentramkan adalah dongeng. Dongeng yang hanya ada dalam kitab-kitab fikih
yang kerap saya pelajari saat sekolah di MTs dan MA beberapa tahun silam.
Dongeng yang tak lagi ada dalam kehidupan nyata. Atau dongeng tentang kejayaan
peradaban Islam yang kami simak dari buku-buku sejarah ketika omongan Bu Nurul
atau Bu Parsiati sang guru sejarah kami anggap sebagai dongeng pengantar tidur
siang belaka.
Mimpi saya akan Khilafah juga
berbeda dengan bunga tidur. Mimpi bermakna akan sebuah cita-cita yang layak
diperjuangkan. Sebagaimana dulu motivator-motivator handal sekelas Ippho
Santosa, Setia Furqon Kholid, Mario Teguh atau motivator lokal semacam Bang
Umar yang kerap memberikan motivasi agar jangan malu untuk bermimpi sebab mimpi
tersebut akan menjadi sebuah kekuatan besar bagi kita untuk memperjuangkannya.
Atau juga motivasi novelis sekelas Andrea Hirata dalam bukunya yang
fenomenal yang berjudul "Sang
Pemimpi" sampai-sampai penyanyi kondang semacam Giring Nidji pun
ikut-ikutan menyanyikannya.
Jika mereka, para motivator
tersebut memotivasi kita untuk bermimpi, lantas salahkah saya yang telah
tersadar bahwa syariat Islam bukan dongeng mempunyai mimpi akan hidup sejahtera
di bawah naungan Khilafah? Saya kira tidak. Sebab, siapa pun orangnya yang
mempunyai dasar keimanan yang kokoh akan senantiasa berjuang mewujudkan
mimpinya tersebut.
Maka sekali lagi saya sampaikan :
KHILAFAH ADALAH MIMPI.
Bukan mimpi di siang bolong sebagaimana
anggapan orang-orang apatis.
Atau DONGENG sebagaimana anggapan
saya dulu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar