Saya hanya sekedar ingin mengatakan bahwa, kita dalam hal ini sebagai salah satu mahluk yang kita kenal dengan nama Manusia adalah memang spesies ciptaan Tuhan yang sangat angkuh dan paling awam dalam persoalan ilmu bersyukur.
Judul ini harus dikasih tanda petik di awal dan akhir, karena sesungguhnya itu istilah ngawur dari sudut apapun kecuali dari sisi Kejahilan akut dalam ber islam.
Apakah anda Berislam karena Tuhan atau karena hanya karna ingin di bilang muslim..?
Saya disini tidak sedang berfatwa apalagi menggurui umat manusia, tapi sepertinya ada satu hal yang mesti kita baca ulang dan memang harus kita pelototi selama mungkin. Tentang kerakusan dan ketidak warasan kita menolak Syariah Tuhan.
Bahwa kita masih berada pada ruang dan waktu yang cukup jauh berjarak dari apa yang Tuhan dan Nabi maksudkan dan cita-citakan.
Sekali lagi, Hidup mati kita belum benar-benar lillahi Robbil ‘Alamiin. Belum islam Kaffah, belum islam idiologis. Hanya sebatas islam copot sana, copot sini semau kita. Tauhidnya di ambil syariahnya di preteli, ibadahnya di ambil, muamalahnya di plintir, dsb.
Hanyalah sekedar topeng pemulus dan pelicin dari aksi hipokrisi yang selama ini dilakukan. Hampir setiap hari manusia muslim secara sadar atau tidak, sengaja atau tidak, mereka sibuk menipu Tuhan di sana sini lewat berbagai macam profesi yang ada, mulai dari penguasa, pejabat, sampai ketingkat Ustadz yang kita kenal sebagai pelayan Tuhan yang paling dekat denganNya. Hampir sebagian semua mempermainkan sang Pemilik Nama Tuhan.
Jamaah jumah dunia maya sesama manusia lemah yang saya cintai..
Islam bukan kostum drama, sinetron atau tayangan-tayangan tevi murahan seperti itu. Islam itu substansi nilai moral, akhlak, idiologi sekaligus.
Bahkan Islam tidak sama dengan tafsir agama lain atau system lain. Islam itu punya ciri kas unik yaitu Aqidah dan Syariah = Idiologi .
Islam Tidak sama dengan pandangan pemeluknya yang berbagai-bagai tentang Islam. Islam tidak sama dengan Demokrasi, Sosialis, Syiah, yahudi ataupun nasrani.
Islam yang sebenar-benarnya Islam adalah dan hanyalah Islam yang sejatinya dimaksudkan oleh Allah adalah ISLAM KAFFAH.
Islam ngak butuh demokrasi, islam ngak butuh wakil DPR, islam ngak butuh sosialisme, islam ngak butuh campur tangan manusia yang serba lemah dan nafsu itu. Allah hanya ingin makhluknya bernama manusia menjalani printah syariahnya, tunduk dan patuh segala ketetapannya. Bisa...!?
Namun. Mengapa ada pilihan lain selain hukum dan ketetapan Allah?
Agama islam bukanlah agama prasmanan yang sesuka hati kita ambil yang ini, buang yang itu. Ayat ini menguntungkan sementara ayat yang lain tidak relevan. Hebay betul jadi manusia ya..!?
Islam bisa hanya disobek-sobek, diambil salah satu sobekannya yang menarik bagi seseorang karena enak dan sesuai dengan seleranya. Islam bisa diperlakukan hanya dengan diambil salah satu unsurnya, demi mengamankan ambisi dan kepentingannya, hidupnya ia penuhi dengan pelanggaran-pelanggaran terhadap Islam.
Islam bisa hanya diambil sebagai ikon untuk mengkamuflase kekufuran, kemunafikan, kemalasan pengabdian, korupsi atau keculasan.
Islam bisa dipakai untuk menipu diri, diambil satu faktor pragmatisnya saja, yang penting saya sudah tampak tidak kafir, sudah merasa diri bergabung dengan training shalat, sudah kelihatan di mata orang lain bahwa saya bagian dari orang yang mencari sorga.
Sedemikian rupa sehingga kita selenggarakan dan lakukan berbagai formula dunia modern, industri liberal, mode show, pembuatan film religi, kampaye pemilu, yang penting dikasih kostum Islam.
Tentu saja tidak usah kita teruskan sampai tingkat menyelenggarakan tayangan Gosip Islami, Lokalisasi Pelacuran Islami, pacaran islami, korupsi jamaah islami, Peragaan Busana jilbob Wanita Muslimah islami atau Sampai kemudian dengan tolol dan ahistoris dakwah islami menggunakan system kuffur..!?
Hoo.. Please...!!
Dari pada islam di jadikan agama prasmanan, dan merusak kemurnian islam. Bagaimana saya sarankan..
" Buat agama baru, supaya kita bebas plintir sana-plintir sini.. Bagaimana atau... Murtad saja sekalian? Anda setuju...!? "
Sumber : https://www.facebook.com/adi.revolter/posts/157781631257758?fref=nf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar