Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1433 H, Pengurus Cabang Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (Perhimpunan KB PII) dan juga Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Pematangsiantar melaksanakan tausyiah akbar baru-baru ini. Acara ini bertempat di rumah Bapak Dja'far Nst di Jalan Silimakuta Kelurahan Timbang Galung Pematangsiantar dan dihadiri oleh PC Perhimpunan KB PII, PD PII, Demisioner PD, serta kader-kader PII Pematangsiantar.
Selain menyambut bulan suci ramadhan, acara ini juga merupakan silaturrahmi rutin yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang Perhimpunan KB PII dan PD PII Pematangsiantar. Dalam sambutannya, tuan rumah yang juga merupakan mantan ketua umum PC PII Siantar tahun 1963-1967 ini menuturkan bahwa di lokasi rumah tersebut dulu merupakan sekretariat PII Siantar. Dan pada saat G30S/PKI sedang berlangsung, hampir keseluruhan kader PII bersama dengan anggota KAPPI Siantar yang diketuai oleh Alm. Ridwan Siregar (kader PII) bersiap siaga di kolong rumah untuk menyambut serangan anggota PKI. Beliau juga menambahkan bahwa kader PII haruslah bisa amanah.
Setelah itu, tausyiah ataupun kuliah ramadhan diisi oleh Bapak Hilman. Beliau mengatakan bahwa menjelang Ramadhan ini umat Islam haruslah siap baik secara mental maupun spiritual karen di bulan ini banyak godaan sehingga hati perlu dijaga secara kaffah.Beliau juga mengingatkan agar kita senantiasa berzikir karena berzikir dapat membersihkan hati. Selain itu, kader-kader PII haruslah bisa berjihad dengan cara memperkuat akidah dan memperbaiki adab. Ia menambahkan bahwa kader-kader PII haruslah beriman, beribadah, berilmu, dan beradab.
Setelah itu acara ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Bapak Ki Drs. Dardjat Purba. Setelah itu Sayapun selaku PW PII Sumut memberikan sedikit informasi seputar agenda PII secara regional di Sumatera Utara. Kemudian dilakukan pengumpulan dana untuk keberangkatan kader-kader PII Pematangsiantar untuk mengikuti Perkampungan Kerja Pelajar (PKP) di Tanjung Balai, Intermediate Training di Medan, serta Basic Training di Asahan.
Namun terlepas dari semua kegiatan itu, kader-kader PII hendaklah bisa menjadi uswah dan pelopor kejayaan Islam sehingga semboyan Kyai yang intelek dan intelek yang kayai dapat tercapai.