Minggu, 15 Juli 2012

KADER-KADER PII SIANTAR LAKSANAKAN PENYAMBUTAN RAMADHAN

       Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1433 H, Pengurus Cabang Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (Perhimpunan KB PII) dan juga Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Pematangsiantar melaksanakan  tausyiah akbar baru-baru ini. Acara ini bertempat di rumah Bapak Dja'far Nst di Jalan Silimakuta Kelurahan Timbang Galung Pematangsiantar dan dihadiri oleh PC Perhimpunan KB PII, PD PII, Demisioner PD, serta kader-kader PII Pematangsiantar.
       Selain menyambut bulan suci ramadhan, acara ini juga merupakan silaturrahmi rutin yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang Perhimpunan KB PII dan PD PII Pematangsiantar. Dalam sambutannya, tuan rumah yang juga merupakan mantan ketua umum PC PII Siantar tahun 1963-1967 ini menuturkan bahwa di lokasi rumah tersebut dulu merupakan sekretariat PII Siantar. Dan pada saat G30S/PKI sedang berlangsung, hampir keseluruhan kader PII  bersama dengan anggota KAPPI Siantar yang diketuai oleh Alm. Ridwan Siregar (kader PII) bersiap siaga di kolong rumah untuk menyambut serangan anggota PKI. Beliau juga menambahkan bahwa kader PII haruslah bisa amanah.
     Setelah itu, tausyiah ataupun kuliah ramadhan diisi oleh Bapak Hilman. Beliau mengatakan bahwa menjelang Ramadhan ini umat Islam haruslah siap baik secara mental maupun spiritual karen di bulan ini banyak godaan sehingga hati perlu dijaga secara kaffah.Beliau juga mengingatkan agar kita senantiasa berzikir karena berzikir dapat membersihkan hati. Selain itu, kader-kader PII haruslah bisa berjihad dengan cara memperkuat akidah dan memperbaiki adab. Ia menambahkan bahwa kader-kader PII haruslah beriman, beribadah, berilmu, dan beradab.
      Setelah itu acara ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Bapak Ki Drs. Dardjat Purba. Setelah itu Sayapun selaku PW PII Sumut memberikan sedikit informasi seputar agenda PII secara regional di Sumatera Utara. Kemudian dilakukan pengumpulan dana untuk keberangkatan kader-kader PII Pematangsiantar untuk mengikuti Perkampungan Kerja Pelajar (PKP) di Tanjung Balai, Intermediate Training di Medan, serta Basic Training di Asahan.
     Namun terlepas dari semua kegiatan itu, kader-kader PII hendaklah bisa menjadi uswah dan pelopor kejayaan Islam sehingga semboyan Kyai yang intelek dan intelek yang kayai dapat tercapai.

Rabu, 11 April 2012

DOWNLOAD

Di bawah ini adalah daftar file yang dapat anda unduh atau download

tr>HaditsMemperkaya keilmuan Islam melalui Hadits<Download
Nama FileManfaatMendownload
Qur'an in WordPlug in Alqur'an di dalam Ms.WordDownload
TajwidTelaah kemampuan membaca Alqur'an kitaDownload

Kamis, 01 Maret 2012

MEWASPADAI VIRUS MERAH JAMBU

Bagi kita mungkin tak asing lagi dengan kata virus.Baik itu virus yang menyebabkan penyakit pada manusia,hewan,maupun tumbuhan; ataupun virus yang membuat komputer kita menjadi sakit lantaran virus tersebut.

Berangkat dari pemikiran bahwa virus sungguh merugikan manusia,maka saya mempunyai pemikiran tentang bahayanya virus merah jambu.

Sebelum kita berbicara jauh tentang virus merah jambu ini,marilah kita cermati hadits Nabi SAW berikut:

Sungguh di dalam tubuh manusia terdapat satu gumpal darah yang apabila baik segumpal darah itu maka baiklah seluruh tubuh.Ketahuilah,itulah hati.(HR.MUTTAFAQ ALAIH)

Dari hadits nabi di atas sudah jelas bahwa hatilah pusat segala kehidupan kita.Coba anda bayangkan apabila anda sedang jatuh cinta.Pastinya anda tidak bisa berkonsentrasi pada suatu pekerjaan,melainkan pikiran anda pecah dan selalu memikirkan si dia(pengalaman pribadi,he….he…he).Kalau sudah begitu pasti deh kerjaan kita bakal kacau.

Untuk mengatasinya pastinya sungguh repot.Jalan satu-satunya terhindar dari hal yang semacam itu ialah dengan menahan pandangan mata,seperti dalam sebuah syair IIbnu Qayyim Al-Jauziyah yang berbunyi:

Jika seorang pelajar ingin meraih kesempurnaan ilmu, hendaklah ia menjauhi kemaksiatan dan senantiasa menundukkan pandangannya dari hal-hal yang haram untuk dipandang karena yang demikian itu akan membukakan beberapa pintu ilmu, sehingga cahayanya akan menyinari hatinya. Jika hati telah bercahaya maka akan jelas baginya kebenaran. Sebaliknya, barangsiapa mengumbar pandangannya, maka akan keruhlah hatinya dan selanjutnya akan gelap dan tertutup baginya pintu ilmu.
(Ibnu Qayyim Al-Jauziyah).

Kita sering mendengar kaitan antara pandangan mata dengan hati.Antar lain yang sering kita dengar (hamper muak dengarnya)adalah ungkapan “dari mata turun ke hati)

Mata dan hati memiliki ikatan yang kuat. Para dokter akhlaq bertutur, “Antara mata dan hati ada kaitan eratnya. Bila mata telah rusak dan hancur, maka hati pun rusak dan hancur.

Lalu apa hubunganya dengan virus merah jambu???????????

Begini,apabila kita tidak bisa menahan pandangan mata kita,otomatis hati kita pun agak sedikit ser.Di saat hati kita mulai yaa gitu deh,maka virus merah jambu pun akan menyerbu kita.Kalau kita udah kena virus ganas ini,maka jangan harap deh sholatnya bisa khusuk kayak dulu.Wong waktu belum diserang aja payah kok khusuk,apalagi waktu udah terinfeksi.

So,jadi intinya di sini ialah menjaga pandangan mata karena mata udah ngeliat yang enggak-enggak,maka pasti deh hati kita juga bakal ser.

MANFAAT MENJAGA PANDANGAN MATA
[1]. Mendekatkan hati kepada Allah.
Melepaskan pandangan tanpa kontrol dapat merusak dan menjauhkan hati dari Allah, serta dapat memutuskan hubungan antara hamba dan Tuhan. Para pemerhati masalah jiwa mengemukakan bahwa antara mata dan hati ada satu celah dan jalan. Manakala mata rusak, maka hati pun rusak, dan menjadi tempat kotoran. Hati itu tak bisa lagi menjadi fasilitas untuk mengenal, mencintai, dan menuju Allah.

[2]. Memberikan pakaian penuh cahaya kepada hati.

Melepaskan pandangan secara bebas berarti membusanai hati dengan pakaian kegelapan. Karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan ayat an-Nur (cahaya) segera setelah memberikan perintah menjaga pandangan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
”Katakanlah kepada orang-orang mukmim untuk menjaga pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka”
(Al-Qur’an Al-Karim Surah An-Nur [24 ]: ayat 30)
Setelah itu, Allah menyebutkan hasil atau pengaruhnya,
“Allah adalah cahaya yang menerangi langit dan bumi. Cahaya-Nya itu bagaikan lubang, yang di dalamnya ada pelita … “
(Al-Qur’an Al-Karim Surah An-Nur [24]: ayat 35)
Yaitu, seperti cahaya Allah di dalam hati hamba-Nya yang mukmin yang menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Manakala hati mendapat nur, hati itu dapat menerima berbagai kebaikan dari segala sisi. Namun, ketika hati gelap, ia menerima seluruh musibah dan keburukan dari semua tempat.

[3]. Melahirkan firasat yang benar, yang dengannya seseorang bisa membedakan antara yang hak dan yang batil, antara yang jujur dan yang dusta.

Syuja’ al-Karmaniy mengatakan, ”Siapa yang mengisi lahiriahnya dengan mengkuti sunnah dan mengisi batinnya dengan senantiasa mawas diri, menjaga pandangan dari yang terlarang, menahan diri dari syubhat, dan makan yang halal, pasti firasatnya tidak pernah salah.” Syuja’ sendiri adalah orang yang firasatnya senantiasa benar.

[4]. Membuat hati berkonsentrasi dalam memikirkan hal-hal yang baik.
Mengumbar pandangan, akan membuat seseoarang akan lupa akan hal itu, karena ada pembatas antara dia dan hatinya. Jiwanya pecah dan ia jatuh ke dalam perangkap hawa nafsunya dan lalai mengingat Tuhan.
Ada kisah menarik mengenai menjaga pandangan ini. Karena sangat menjaga pandangannya, sebagian orang menduga bahwa Rabi’ bin Khutsaim buta. Selama dua puluh tahun, ia sering berkunjung ke rumah ibnu Mas’ud, ”Temanmu yang telah buta telah datang.” Ibnu Mas’ud tertawa karena ucapan itu. Ketika melihat Rabi’, Ibnu Mas’ud berkata, ”Alangkah gembiranya al-mukhbitiin (orang-orang yang merendahkan diri dihadapan Allah). Demi Allah, seandainya Muhammad Shallallahu ’alaihi wa Sallam melihatmu, pasti beliau senang.”
Mata yang selalu dijaga dari hal-hal yang diharamkan, tidak akan tersentuh oleh api neraka sebagaimana sabda Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam, “Tiga pasang mata tidak akan menyentuh api neraka, yaitu mata yang menutup dari apa yang diharamkan oleh Allah, mata yang terjaga di jalan Allah, dan mata yang menangis karena takut kepada Allah.” (Hadits Riwayat Imam Hakim dan Imam Baihaqy).
Balasan itu setimpal dengan amal. Barangsiapa yang menundukkan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah, niscaya Allah akan mencemerlangkan cahaya bashirahnya. Siapa yang meninggalkan sesuatu demi Allah, Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik baginya. Apabila seseorang menjaga pandangan dari hal-hal yang haram, Allah akan menggantikannya dengan nur pandangan-Nya. Allah juga akan membukakan untuknya pintu pengetahuan, iman, makrifat, dan firasat yang benar.
Sebagai penutup, nasihat dari Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah untuk memohon pada Allah agar menghidupkan hati kita.
Sungguh aneh orang yang punya keperluan dan memohon agar Allah memenuhinya, namun ia tak memohon untuk menghidupkan hatinya agar tidak terjangkit kebodohan, agar disembuhkan dari penyakit syahwat dan syubhat; sebab jika hati telah mati maka ia tak akan merasakan kedurhakaan kepada Allah.
(Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah)